Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

25 Agustus 2015

Tolak Angin, Ramuan Herbal Sido Muncul



Ilustrasi: deimon.pun.bz
 Kemarin ketika malam Agustusan, Ayahku diam saja di kamarnya tidak keluar. Nggak tau kenapa alasannya?
Setelah aku samperin ternyata masuk angin dan minta dikerokin. Ya sudah dikabulkan saja keinginannya, “Mana duit logam… mana duit logam.” Aku mulai bergerilya mencarinya.
Tujuh penjuru mata angin diubek-ubek hingga akhirnya aku menemukan juga uang logam Rp 1000,- yang bergambar angklung.

Setelah dibaluri kayu putih, aku pun mulai mengerok punggungnya. Tidak sampai membuatnya merah banget, hanya sampai terbentuk garis-garis merah saja yang memanjang. Setelah ukiran tulang ikan terbentuk dibagian punggungnya, aktivitas kerokannya aku hentikan. Tidak lupa aku sodorkan pula Tolak Angin cair agar diminumnya. Begitupula dengan keesokan paginya, aku kasih lagi satu sachet Tolak Angin. Alhamdulillah kondisi tubuh beliau sudah segar kembali.

16 Februari 2012

Komik Lucu: Kepribadian Anda Menurut Golongan Darah


Menurut saya (juga konsensus umum para ilmuwan psikologi), kepribadian seseorang tidak dapat ditentukan oleh golongan darah (oh, dan teori itu pertama kali dipopulerkan oleh Nazi). Itu sama konyolnya seperti mengatakan bahwa perilaku mengemudi seseorang ditentukan oleh jenis oli yang ia gunakan dalam kendaraannya: sangat tidak berdasar dan menafikan banyak hal-hal lain yang jauh lebih menentukan, seperti genetik, pola asuh orangtua, lingkungan sosial dan pendidikan.
Tetap saja, saya tidak bisa menahan godaan untuk tidak meneruskan komik strip ini yang saya dapat dari sebuah e-mail berantai (dan sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh entah siapa). Sangat jenaka, dan entah kenapa gambaran komik ini mengenai golongan darah A sangat mirip dengan saya. Apakah teori kepribadian-menurut-golongan-darah ini mengandung setitik kebenaran, atau ia hanya memanfaatkan karakteristik-karakteristik samar seperti layaknya astrologi? Apakah golongan darah dan kepribadian anda digambarkan secara akurat oleh komik ini?





Sumber :  http://popsy.wordpress.com/2008/08/09/komik-lucu-kepribadian-anda-menurut-golongan-darah/



   

22 April 2011

Hari Bumi 2011




Hari Bumi yang diperingati tanggal 22 April merupakan sebuah moment yang perlu kita renungkan. Dimana kondisi Bumi tempat kita berpijak sudah mengalami banyak kerusakan, bencana alam dimana-mana : Gunung Meletus, Gempa Bumi, Gelombang Air Pasang seperti Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Lumpur Meluap, Pemanasan Global. Yang semua itu tidak luput dari akibat perbuatan manusia itu sendiri. Apa yang harus kita lakukan dengan bencana yang telah terjadi ini?


Kita tidak mungkin mengembalikan keadaan Bumi tercinta menjadi sediakala lagi. Tapi yang bisa kita perbuat saat ini adalah :

1.Menjaga dan melestarikan agar bumi ini terhindar dari kerusakan yang lebih fatal.
2.Penanggulangan kondisi alam yang telah rusak seperti reboisasi dan berbagai pencegahan lainnya.
3.kesadaran polusi yang akan mencemarkan bumi seperti asap, sampah, limbah. Sehingga manusia dapat meminimalisir polusi yang ditimbulkannya.
4.Beri tindakan tegas kepada manusia-manusia yang melakukan perusakan dan pencemaran alam.


"LINDUNGI BUMI KITA UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK"
"SELAMAT HARI BUMI"

31 Oktober 2010

SOICHIRO HONDA


Pengalaman adalah guru yang paling brutal dan kejam.

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.





Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.

Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia. Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang ”Raja” jalanan.

5 Resep keberhasilan Honda:

1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

narasumber : http://www.kisahinspiratif.com/soichiro-honda-%E2%80%9Clihat-kegagalan-saya%E2%80%9D.html

Semoga gue bisa menghargai setiap kegagalan yg gue alami...
Bukan kegagalan cinta looh...
SMANGAAAATD.....!!!!