22 Agustus 2010

Menoreh Tulisan




Lira, gadis manis itu sedang duduk termenung di sudut kamar dekat jendela.
Dalam pandangannya gadis itu menatap kosong lembaran putih di atas meja yang terbujur kaku. Lembaran suci itu belum sedikitpun ternoda oleh pena hitam yang biasanya menorehkan guratan kata dan angka.

“Ah, darimana aku harus memulainya. Sesulit inikah merangkai kata,” desahnya.

Begitu banyak kisah yang melayang di dalam akal pikirannya. Namun ketika dirinya dihadapkan pada selembar kertas dan pena, semua itu seakan pergi meninggalkannya.

“Apa aku tidak berbakat? Ah, pada dasarnya semua itu membutuhkan proses. Tinggal memotivasi diri yang perlu aku lakukan agar tetap semangat menjalaninya.” Lira lalu menyandarkan diri pada kursi yang telah menjadi tumpuannya.

“Tulis, pokoknya tulis saja apa yang akan muncul nanti,” gumannya.
“Tik..tik..tik..” suara jarum jam terus bergulir seiring berjalannya waktu. Disibakkan rambut panjang yang telah menutupi matanya itu sehingga tatapannya tertuju pada jarum jam yang terus berputar tiada henti.

Tiba-tiba bayangan itu muncul.
Lira pun terperanjat dan menatap lekat lembaran kertas yang ada dihadapannya.

“Mana penaku, mana penaku?” lengannya sibuk mencari si tinta hitam yang ternyata berbaring di sudut meja.

“Aku harus tulis sekarang juga agar dia tidak dapat lagi pergi meninggalkanku.” Diraihnya lembaran kertas yang sedari tadi telah menunggu dan mulailah pena itu menari-nari di atasnya.

“Tulis, pokoknya tulis saja.”


3 komentar:

Desfirawita mengatakan...

mencari inspirasi ya, dik?
haha...
ternyata semuanya sama ya, klo mau nulis mesti ditulis apa yang terlintas sesegera mungkin. sebelum dia berlalu begitu saja.
hihiihi...sukses yaaa...smoga tulisannya cepat kelar. :p

Hadiandi's Blog mengatakan...

Iya soalnya Kmu mah Pikun, makanya harus cepat-cepat

DHIKAndang mengatakan...

> Desfirawita : Makasiih...
Bayangan itu ternyata masih sulit ditangkap... heu2..

> Hadiandi : Ahh.. dasar kau...
Cepat2 apa neeh...